POSISI TIDUR
Tidur
adalah salah satu kebutuhan terpenting bagi tubuh dan jiwa kita, sekaligus
merupakan nikmat dari Allah SWT yang tidak ternilai. Sayangnya tidak semua
orang mengerti bagaimana cara tidur yang berkualitas tinggi seperti halnya
Rasulullah Muhammad SAW. Berikut ini adalah tips singkat mengenai bagaimana cara
tidur yang baik. Baca ya sobat….
Sebelum itu,
kita harus tahu hakekat dan fungsi tidur terlebih dahulu. Yaitu : tidur
sangat membantu terciptanya keseimbangan dalam kehidupan individu. Dengan
demikian tidur tentu bukan perkara yang sepele. Justru ketika melihat fungsi
dan peran tidur bagi kehidupan dan kesehatan manusia, sudah sewajarnya kita
memperhatikannya dengan seksama.
Ada
banyak posisi tidur, tapi gak tahu bagaimana yang baik….
Aku kasih
bocoran iya.. sebelum bahas lebih lanjut, yaitu posisi miring ke kanan
sebagaimana yang telah dicontohnkan oleh Rasulullah SAW. Agar kalian lebih
percaya, dibahas satu per satu aja iya…
a.
Posisi
Telungkup
Ini
adalah posisi tidur yang paling buruk karena menekan jantung, paru-paru dan
perut. Beberapa saat ia akan merasakan
sesak napas sebab besarnya beban punggung menghalangi otot dada untuk
berkontraksi saat mengisap dan mengeluarkan napas. Kesulitan bernapas saat
tidur telungkup akan mengakibatkan kelelahan pada jantung dan otak. Posisi ini
juga mengakibatkan tulang tengkuk dan tulang leher tertekuk dan organ
reproduksi tertekan ke alas tidur sehingga hal ini mendorong seseorang untuk
bermasturbasi.
Seorang peneliti dari Australia
mengemukakan bahwa intensitas kematian mendadak pada anak mencapai tiga kali
lipat lebih banyak saat mereka tidur telungkup dibandingkan tidur dengan posisi
miring ke salah satu sisi.
Namun,
bila karena sesuatu hal Anda harus tidur tengkurap, gunakan bantal di bawah
perut dan pinggang. Hindari penggunaan bantal di kepala atau kecilkan ukurannya
karena akan menekan leher Anda.
b.
Posisi Telentang
Tidur dengan posisi telentang
menyebabkan seseorang bernapas lewat mulutnya. Posisi ini membuat mulut
cenderung terbuka karena rahang berada dalam kondisi rileks Padahal pernapasan
yang baik adalah lewat hidung. Bernapas lewat mulut hanya biasa dilakukan saat
seseorang terserang asma akibat alergi, kedinginan, atau flu, terutama di musim
dingin. Selain itu, bernapas lewat mulut juga mengakibatkan gusi kering
sehingga dapat menimbulkan peradangan.
Dalam posisi telentang,
langit-langit mulut menghalangi celah bagian belakang rongga hidung dan saluran
pernapasan. Akibatnya, seseorang akan banyak mendengkur. Saat terbangun,
lidahnya akan dipenuhi oleh lapisan berwarna putih yang tidak wajar dan bau
mulut tidak sedap.
Bagi wanita, tidur telentang
mengakibatkan tulang belakangnya tertekan sehingga hal ini akan mengganggu.
Posisi ini tidak baik bagi tulang belakang karena berada dalam kondisi tidak
rata. Ada dua bagian tubuh yang melekuk saat tidur telentang, yaitu leher dan
daerah punggung bawah. Bagi anak-anak, posisi ini dapat mengakibatkan kepala
menjadi rata, terutama bila dibiasakan dalam waktu lama.
Posis
tidur telentang bisa menjadi baik bila Anda memiliki nyeri punggung.
Menyisipkan bantal di bawah dengkul kaki bermanfaat untuk mengurangi beban
punggung bagian bawah.
c.
Posisi Miring ke Kiri
Adapun tidur dengan posisi miring ke
kiri juga tidak baik sebab jantung tertekan oleh paru-paru sebelah kanan.
Sehingga akan memengaruhi fungsinya dan menurunkan aktivitasnya, terutama pada
orang yang sudah tua.
Posisi ini juga mengakibatkan
jantung tertekan oleh lever, organ pencernaan terberat yang berada di sebelah
kanan tubuh. Posisi lever sendiri tidak stabil karena menggantung. Selain itu,
lever juga menekan lambung sehingga hal ini memperlambat proses pengosongan
lambung. Jadi tidur dengan posisi miring ke kiri membuat jantung tertekan oleh
lever dan lambung.
Berbagai percobaan yang telah dilakukan
oleh Galteh dan Butseh menunjukkan bahwa berpindahnya makanan dari lambung ke
usus dapat dilakukan dalam waktu 2,5-4,5 jam jika seseorang tidur dengan posisi
miring ke kanan. Jangka waktu ini tidak dapat dicapai oleh seseorang yang tidur
dengan posisi miring ke kiri karena waktu yang dibutuhkan adalah 5-7 jam.
d.
Posisi Miring ke Kanan
Tidur dengan posisi miring ke kanan
merupakan posisi tidur yang benar dan tepat. Ukuran paru-paru sebelah kiri
lebih kecil daripada paru-paru sebelah kanan. Karena itu, jantung menahan beban
yang lebih sedikit dan lever pun berada dalam kondisi stabil dan tidak
menggantung. Lambung juga berada dalam kondisi nyaman. Posisi seperti ini
membantu mempercepat proses pengosongan lambung.
Tidur dengan posisi miring ke kanan
merupakan praktik kedokteran yang paling berhasil. Posisi ini juga memudahkan
sekresi yang berupa cairan lendir pada bronkus (cabang paru-paru) sebelah kiri.
Ditambah oleh Ar-Rawi, terjadinya
pembesaran paru-paru sebelah kiri dan bukan paru-paru sebelah kanan disebabkan
oleh posisi bronkus yang berbeda. Bronkus sebelah kanan posisinya menyamping
sehingga lendir mudah dikeluarkan, sedangkan bronkus sebelah kiri posisinya
vertikal sehingga lendir lebih sulit dikeluarkan sebab harus didorong ke atas.
Jika dibiarkan, hal ini dapat mengakibatkan terjadinya penimbunan lendir di
batang tenggorokan yang mengakibatkan pula munculnya gangguan pada paru-paru
dan organ pengeluaran, seperti ginjal. Karena itu pengobatan paling mutakhir
untuk mengatasi masalah tersebut adalah tidur dengan posisi miring ke kanan.
Berikut adalah manfaat tidur miring
kekanan:
1. Mengistirahatkan otak sebelah
kiri
2. Mengurangi beban jantung.
3. Mengistirahatkan lambung.
4. Meningkatkan pengosongan kandung
empedu, pankreas.
5. Meningkatkan waktu penyerapan zat
gizi.
6. Merangsang buang air besar (BAB).
7. Mengisitirahatkan kaki kiri.
8. Menjaga kesehatan paru-paru.
9. Menjaga saluran pernafasan.
Dalilnya jga ada loo sobat….
“Berbaringlah
di atas rusuk sebelah kananmu.”
(HR.
Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila tidur
meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.”
(HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi
No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350)
“Apabila kalian hendak mendatangi tempat tidur, maka
berwudhulah seperti wudhu kalian untuk shalat kemudian berbaringlah kesisi kanan!”
(HR.
Bukhari 247 dan Muslim 2710)