BIOGRAFI
BAPAK KEDOKTERAN DUNIA
Nama : Abu
Ali Husain Ibn Abdillah Ibn Sina
Avicenna ( panggilan kalangan orang-orang Barat )
Lahir : Tahun
370 H/ 980 M di Afsyanah, (
wilayah Uzbekistan saat ini )
Beliau merupakan seorang filsuf,
ilmuwan, dokter dan penulis aktif yang lahir di jaman keemasan Peradaban
Islam. Beliau adalah anak dari
seorang pegawai tinggi
dari Balkh Khorasan pada masa Dinasti Samaniah (204-395
H/819-1005 M).
Sejak kecil, Ibnu Sina sudah menunjukkan
kepandaian yang luar biasa. Di usia 5 tahun, ia telah belajar menghafal Alquran
serta belajar mengenai ilmu-ilmu agama. Ilmu kedokteran baru ia pelajari pada
usia 16 tahun.
Profesinya di bidang kedokteran dimulai sejak
umur 17 tahun. Kepopulerannya sebagai dokter bermula ketika ia berhasil
menyembuhkan Nuh bin Mansur (976-997), salah seorang penguasa
Dinasti Samaniah dimana semua tabib tidak mampu menyembuhkannya. Setelah itu
beliau mengunjungi sebuah perpustakaan kerajaan yang kuno dan antik. Disanalah
ilmunya yang luas makin bertambah.
Beliau Ibnu Sina selain terkenal sebagai orang
yang ahli dalam ilmu agama dan kedokteran, ia juga ahli dalam bidang
matematika, logika, fisika, geometri, astronomi, metafisika dan filosofi. Pada
usia 18 tahun, Ibnu Sina memperoleh predikat sebagai seorang fisikawan.
Beliau juga mendalami masalah-masalah fikih dan menafsirkan ayat-ayat Alquran.
Ia banyak menafsirkan ayat-ayat Alquran untuk mendukung pandangan-pandangan
filsafatnya.
Ketika berusia 22 tahun, ayahnya meninggal.
Setelah kematian ayahnya ia mulai berkelana, menyebarkan ilmu dan mencari ilmu
yang baru. Tempat pertama yang menjadi tujuannya adalah Jurjan, sebuah kota di
Timur Tengah. Di sinilah ia bertemu dengan seorang sastrawan dan ulama besar Abu
Raihan Al-Biruni dan berguru kepadanya. Setelah itu Beliau melanjutkan
ke Rayy dan Hamadan, sebuah kota dimana
karyanya yang spektakular Qanun fi Thib mulai ditulis. Di
dalamnya, ia menulis ensiklopedia dengan jumlah jutaan item tentang pengobatan
dan obat-obatan. Ia juga orang yang memperkenalkan penyembuhan secara
sistematis, dan ini dijadikan rujukan selama tujuh abad lamanya.
Kali ini daerah Iran menjadi tujuannya. Di
sepanjang jalan yang dilaluinya itu, banyak lahir karya-karya besar yang
memberikan manfaat besar pada dunia ilmu kedokteran khususnya. Karena
perkembangan dunia kedokteran awal tidak bisa terlepas dari nama besar Ibnu
Sina. Sehingga beliau mendapat julukan
Bapak Kedokteran Dunia.
Ibnu Sina pula yang mencatat dan menggambarkan
anatomi tubuh manusia secara lengkap untuk pertama kalinya. Dan dari sana
ia berkesimpulan bahwa, setiap bagian tubuh manusia, dari ujung rambut hingga
ujung kaki kuku saling berhubungan.
Ia adalah orang yang pertama kali merumuskan, bahwa kesehatan fisik dan
kesehatan jiwa berada kaitan dan saling mendukung. Lebih khusus lagi, ia
mengenalkan dunia kedokteran pada ilmu yang sekarang diberi nama pathology
dan farmasi, yang menjadi bagian penting dari ilmu
kedokteran.
Selain The Canon of Medicine, ada satu lagi kitab
karya Ibnu Sina yang tak kalah dahsyatnya. Asy-Syifa, begitu
judul kitab karya Ibnu Sina ini. Sebuah kitab tentang cara-cara pengobatan
sekaligus obatnya. Kitab ini di dunia ilmu kedokteran menjadi semacam
ensiklopedia filosofi dunia kedokteran. Dalam bahasan latin, kitab ini di kenal
dengan nama Sanati.










0 komentar:
Posting Komentar