KEPUTIHAN…??
Ooooh Tidak….!!!
Keputihan atau Fluor Albus sebenarnya merupakan
sekresi vaginal abnormal pada wanita. Keputihan berasal
dari Vulva, Vagina, Servik uteri, korpus uteri dan Tuba. Penyebab keputihan Patologis adalah adanya
benda asing pada vagina atau karena keganasan. Infeksi bisa sebagai akibat dari
virus, bakteri, jamur, dan parasit bersel satu Trichomonas vaginalis. Dapat
pula disebabkan oleh iritasi karena berbagai sebab seperti iritasi akibat bahan
pembersih vagina, iritasi saat berhubungan seksual, penggunaan tampon, dan alat
kontrasepsi. Infeksi virus, bakteri, dan parasit bersel satu umumnya didapatkan
saat melakukan aktivitas seksual.
Keputihan yang disebabkan oleh infeksi biasanya disertai dengan rasa gatal di dalam vagina dan di sekitar bibir vagina bagian luar dan dapat
menjalar dan menimbulkan paradangan ke saluran
kencing, sehingga menimbulkan rasa pedih saat penderita buang air kecil.
Gejala
keputian :
·
Keluarnya cairan berwarnah putih kekuningan atau putih
berbau dari saluran vagina.
·
Pada penderita tertentu, terdapat rasa gatal yang
menyertai (biasanya keputihan yang normal tidak disertai dengan rasa gatal.
·
Pada bayi perempuan yang baru lahir, dalam waktu satu
hingga sepuluh hari dari vaginanya dapat mengeluarkan cairan akibat pengaruh
hormone yang dihasilkan oleh plasenta atau urin
·
Pada gadis muda, keputihan dialami sebelum masa
pubertas, biasanya gejala ini akan hilang dengan sendirinya.
Penyebab
keputihan :
- Sering memakai tissue saat membasuh bagian kewanitaan, sehabis buang air kecil maupun buang air besar
- Memakai pakaian dalam yang ketat dari bahan sintetis
- Sering menggunakan WC Umum yg kotor
- Tidak mengganti panty liner
- Membilas vagina dari arah yang salah. Yaitu dari ke arah anus ke arah depan vagina
- Sering bertukar celana dalam/handuk dgn orang lain
- Kurang menjaga kebersihan vagina
- Kelelahan yang amat sangat
- Stress
- Tidak segera mengganti pembalut saat menstruasi
- Memakai sembarang sabun untuk membasuh vagina
- Tidak mejalani pola hidup sehat (makan tidak teratur, tidak pernah olah raga, tidur kurang)
- Tinggal di daerah tropis yang lembap
- Lingkungan sanitasi yang kotor.
- Sering mandi berendam dengan air hangat dan panas. Jamur yang menyebabkan keputihan lebih mungkin tumbuh di kondisi hangat.
- Sering berganti pasangan dalam berhubungan sex
- Kadar gula darah tinggi
- Hormon yang tidak seimbang
- Sering menggaruk vagina
Pencegahan
:
- Menjaga kebersihan di daerah vagina dan sekitarnya. Jangan menggunakan sabun yang terlalu keras, atau pH-nya basa. Gunakan sabun yang telah direkomendasikan oleh dokter, yang memiliki pH seimbang.
- Sebaiknya tidak menggunakan pembilasan vagina secara mendalam bila tidak ada indikasi. Karena justru membunuh bakteri yang dibutuhkan dan mencegah terbentuknya flora normal didalam vagina. Flora normal justru membuat suasana menjadi asam. Suasana asam itulah yang sebetulnya merupakan pertahanan didalam vagina, supaya sumber penyakit tidak dapat hidup nyaman. Jika PH di naikkan menjadi basa atau netral maka bakteri patogen dapat hidup nyaman dan berkembang biak.
- Pasangan seksual juga harus menjaga kebersihan kelamin. Jangan menularkan penyakit ke pasangannya.
- Biasakan membasuh vagina dengan cara yang benar, yaitu dengan gerakan dari depan kebelakang. Cuci dengan air bersih setiap buang air dan mandi. Membasuh vagina lebih sering dalam satu hari sangat membantu mngurangi kelembaban karena akan menghilangkan sisa cairan, kotoran, dan keringat. Lebih di anjurkan tidak menggunakan cairan pembersih, cukup dengan sabun biasa seperti digunakan untuk mandi. Sebab beberapa pembilas vagina yang mengandung desinfektan justru akan mematikan flora (bakteri) normal yang dibutuhkan untuk menjaga pertahanan pada vagina. Biasakan mencuci tangan sebersih-bersihnya sebelum digunakan untuk membasuh.
- Menggunakan pantyliner harus diganti 3 – 4 jam. Pantyliner yang sudah basah justru dapat menjadi sarang bakteri karena telah lembab. Prinsipnya, sering-seringlah mengganti pantyliner.
- Saat menstruasi, pembalut juga harus diganti sesering mungkin. Darah merupakan media yang baik untuk pertumbuhan kuman.
- Hindari terlalu sering menggunakan bedak talk di sekitar vagina, tisu harum atau tisu toilet, hal itu akan membuat vagina kerap teriritasi
- Hindari suasana vagina lembab berkepanjangan karena pemakaian celana dalam yang basah, jarang di ganti, tidak menyerap keringat, atau memakai celana jins terlalu ketat.
- Perhatikan kebersihan lingkungan. Keputihan bisa timbul lewat air yng tidak bersih, jadi bersihkan bak mandi, ember, ciduk, menara air dan bibir kloset dengan antiseptik untuk menghindari berkembangbiaknya kuman.
- Minum banyak air putih.
- Kurangi minuman yang manis.










0 komentar:
Posting Komentar