BAHAYA DIOKSIN
Apa
itu dioksin ?
Dioksin
adalah senyawa yang tergolong karsionogenik. Dalam jangka panjang dapat
mengakibatkan penyakit kanker dan aterosklerosis sehingga menaikkan angka
kematian sampai 46 % pada beberapa kasus. Pengaruh negatifnya
itu sudah dapat dicapai hanya pada dosis yang sangat rendah yaitu beberapa part
per trillum dalam lemak tubuh kita.
Dioksin merupakan senyawa yang mampu mengacaukan
sistem hormon, yaitu dengan cara bergabung dengan kaseptor hormon, sehingga
mengubah fungsi dan mekanisme genetis dari sel, dan mengakibatkan pengaruh yang
sangat luas, yaitu kanker, menurunkan daya tahan tubuh, mengacaukan sistem
saraf, keguguran kandungan, dan dapat mengakibatkan cacat kelahiran (birth
deformity).
Dioksin
secara langsung mampu menurunkan sel B dan secara tidak langsung menurunkan
jumlah sel T yang berperan dalam sistem imun. Karena mampu mengubah fungsi
genetika sel, jadi dapat menyebabkan timbulnya penyakit genetis dan dapat
mempengaruhi pertumbuhan anak.
Dari hasil evaluasi EPA (1994), telah dikonfirmasikan
bahwa dioksin merupakan senyawa organik yang paling beracun yang manusia pernah
ketahui, pengaruhnya sangat negatif terhadap risiko kesehatan, bahkan dengan
dosis yang sangat kecil yaitu 10-15 ppt (part per trillion), yang terakumulasi
selama hidup. Berdasarkan hal tersebut, EPA menetapkan ambang batas dioksin
yang diizinkan dalam tubuh manusia adalah sekitar 0,006 pikogram (seper
juta-juta gram) per kilogram berat badan, atau sekitar 0,40 pikogram untuk
seorang dewasa. Sedangkan dosis yang dapat dipakai acuan adalah ADI (Acceptable
Daily Intake) dari WHO yaitu 1-10 pg/kg/hari.
Bagaimana
awal mula adanya dioksin?
Sejarah mengapa dioksin
mulai terakumulasi ke dalam lingkungan hidup yaitu ketika founder perusahaan
Dow Chemical (Midland, Michigan) menemukan suatu cara membelah molekul garam
dapur (NACl) sehingga pecah menjadi atom-atom natrium dan atom klorin ( klorin
bebas ). Pada awalnya, mereka kebingungan mau diapakan klorin yang merupakan
limbah yang tidak tahu kegunaannya dan bersifat berbahaya.
Dioksin dikenal sebagai senyawa hidrofobik (tidak akur
dengan air). Artinya bila dioksin berada di air, akan menghindari air dan
mencari tempelan atau masuk ke dalam tubuh hewan dan kemudian kita memakannya..
Yang sangat disayangkan, manusia tidak memiliki piranti dan mekanisme yang
mampu memusnahkan dioksin di dalam tubuhnya dan membiarkan saja pecah sendiri
menurut waktu paruh pemecahan secara alamiah (chemical half time).
Dimana
terdapat dioksin ?
Sumber dioksin bisa dari berbagai
materi yang ada di sekitar kita, maka dioksin menjadi ancaman serius bagi
kesehatan manusia. Zat Dioksin juga termasuk hasil sampingan dari proses
pemutihan (bleaching) yang digunakan pada pabrik kertas, termasuk pabrik
pembalut wanita, tissue, sanitary pad dan diaper (pembalut untuk anak-anak).
Hal ini semakin
menjadi-jadi karena pembalut dan tissue adalah produk sekali pakai. karena
itulah para produsen mendaur ulang bahan baku kertas bekas dan pulp,
menjadikannya bahan dasar untuk menghemat biaya. Bahan bakunya mulai dan kertas
koran, kardus, karton bekas, penuh dengan bakteri dan kuman-kuman, serta
bermacam pewarna sintetis, dan berbau.
Dalam proses daur ulang, banyak zat kimia digunakan
untuk proses pemutihan kembali. Zat kimia juga digunakan untuk proses
sterilisasi kuman-kuman pada kertas bekas serta pembuangan bau.
Namun tidak semua tissue atau pembalut wanita
mengandung dioksin, tapi jika Anda tidak waspada terhadapnya, ini bisa
berakibat fatal bagi kesehatan Anda.kita harus tahu bagaimana cara untuk
memilih pembalut yang tidak berdioksin.
Bagaimana
cara menguji pembalut berdioksin ?
Meski
belum ada data yang akurat mengenai pembalut berdioksin, namun para wanita
diminta waspada jika mau mencegah diri tidak terkena kanker serviks. Yaitu
dengan memilih pembalut yang benar. Caranya cukup mudah.
Alat dan bahan
1. pembalut
2. Baskom
3. Air
Langkah kerja
1.
Siapkan semua alat dan bahan
2.
Buka pembalut agar lapisan dalam pembalut (
seperti kapas ) terlihat
3.
Letakkan pembalut ke baskom
4.
Tuangkan air secukupnya hingga pembalut
terendam air seluruhnya
5.
Diamkan selama 1 jam
6.
Amatilah perubahannya
7.
Lakukan hal tersebut dengan merk pembalut
yang berbeda
8.
Bandingkan hasilnya.
Catatan :
Setelah direndam selama 1
jam,
·
Jika hancur, itu berarti pembalut tersebut terbuat
dari kertas daur ulang.
·
Jika keruh ( keputihan ), itu berarti
pembalut mangandung dioksin atau zat pemutih yang banyak.
Pilihlah
pembalut yang tidak mengalami perubahan seperti di atas.
Memang tidak
banyak wanita yang tahu mengenai hal ini. Mereka hanya tahu lebih praktis
menggunakan pembalut saat menstruasi dibandingkan menggunakan kain yang bisa
dicuci ulang seperti yang dilakukan wanita jaman dulu. Oleh karena itu, wajar
bila wanita saat ini sering terkena penyakit yang sangat ganas, yaitu kanker rahim,
kanker payu dara, kista, dan myom. Akibat penyakit di atas saat usia muda rahim
sudah diangkat, sehingga tidak memiliki anak.
Bagaimana
cara menguji tissue berdioksin ?
Cara pengujiannya sama seperti cara
menguji pembalut. Bedanya, tissue pasti akan hancur karena bahannya memang dari
kertas. Tapi hancur ketika direndam bukan berarti berdioksin. Tissue dianggap
pasti berbahaya yaitu ketika direndam selama satu jam, ia kemudian membuat air
rendamannya jadi keruh keputihan. Ini berarti kadar dioksin atau pemutihnya
tinggi.
Sekedar saran :
Jangan biasakan sering
menaruh tissue utk menyumbat hidung Anda pada saat pilek, memakainya untuk
kompres, dan tindakan lainnya yang menaruh tissue berlama-lama pada bagian
wajah atau kulit Anda. Karena kita tidak tahu seberapa aman tissue tersebut
bagi kita dan tidak bisa diketahui secara pasti apakah tissue tersebut dari
kertas daur ulang atau tidak.









0 komentar:
Posting Komentar